MODEL KEMITRAAN AGRIBISNIS PESANTREN (Studi Kasus Model Manajemen Pengembangan Usaha Agribisnis Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung)

  • Mastur Mastur
Keywords: Manajemen Kemitraan Pesantren, , Unit Usaha Agribisnis, Karaktersistik Manajemen Pesantren

Abstract

Abstrak

Sektor pertanian memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia. Sifatnya yang signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan valuta asing, bahkan dalam mencapai ketahanan pangan. Pertanian juga memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam mengurangi kemiskinan, menyediakan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan petani dan mempertahankan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan lingkungan. Salah satu bukti nyata adalah Pesantren Al-Ittifaq Bandung yang mampu mengembangkan tarekat “sayuriyah” berupa kewirausahaan berbasis agroindustri sayur mayur sesuai dengan potensi yang ada di dekat pesantren yang berlokasi di dataran tinggi Bandung selatan. Usaha Agribisnis dikembangkan dengan menerapkan konsep kemitraan hasil usaha bidang agribisnis bersama masyarakat dimana kedua belah pihak memiliki masing-masing lahan pertanian yang diklasifikasikan dalam bentuk inti dan plasma. Kemitraan yang di bentuk antara unit usaha pesantren dengan masyarakat dilakukan tanpa adanya satu ikatan kontrak yang formal berupa MOU ataupun lainnya. Namun kenyataannya mereka mampu mempertahankan kemitraan tersebut hingga puluhan tahun dari tahun 1990 hingga saat ini.

Kemitraan hasil usaha yang dilakukan mampu mengasilkan omzet mencapai 6,7 Milayar rupiah pertahunya yang divisi SHU tergantung pada ukuran saham dalam unit usaha dan berdasarkan keputusan rapat anggota. Sedangkan untuk distribusi Sisa Hasil Usaha (SHU) di Koperasi Al-Ittifaq dilakukan berdasarkan anggaran dasar dengan ketentuan 40% devisi, 20% dana cadangan, 20% layanan bisnis, Layanan deposit 5%, dana organizer dan pengawas 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 2,5%, dana sosial 2,5%, dan dana pengembangan 2,5%. Strategi pengembangan usaha pesanttren Al-Ittifaq fokus pada empat program unggulan usaha pesantren yang kemudian di implementasikan dalam agenda kerja unit usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat pengumpulan data menggunakan observasi tidak terstruktur, wawancara mendalam (indept interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa konsep manajemen hasil usaha yang dikembangkan oleh pesantren Al-Ittifaq dikelola dengan menggunakan Manajemen Berbasis Uswah yang dilakukan oleh pengasuh pesantren dan pengurus usaha pesantren sehingga mampu menjalin kemitraan dengan masyarakat tanpa harus menggunakan ikatan kontrak ataupun perjanjian kemitraan atas kesadaran bahwa usaha pesantren dan masyarakat saling membutuhkan.

 

Kata Kunci: Manajemen Kemitraan Pesantren, Unit Usaha Agribisnis, Karaktersistik Manajemen Pesantren

Published
2019-09-02
How to Cite
Mastur, M. (2019). MODEL KEMITRAAN AGRIBISNIS PESANTREN (Studi Kasus Model Manajemen Pengembangan Usaha Agribisnis Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung). KHOZANA: Journal of Islamic Economic and Banking, 2(2), 29 - 46. Retrieved from http://journal.stebisdarussalamoki.ac.id/index.php/khozana/article/view/33
Section
Articles